Piru, SBB-Meskipun puluhan lampu jalan berdiri kokoh berjajar di samping jalan raya kota piru dan menarik di lihat pada siang hari, tapi pada malam hari kota piru terlihat gelap gulita.
Kota kabupaten (Piru) seharusnya menjadi gambaran baik yang bisa di contohi, bukan malah sebaliknya menjadi potret buruk yang ingin terus di kritisi. Apalagi momen HUT RI ke-80 tahun tinggal menghitung hari. Pantauan media ini Rabu, (13/8/2025).
Fungsionaris LSM PMPRI, M Meute menegaskan” Kota Piru seharusnya jadi contoh yang baik agar di ikuti 11 Kecamatan di SBB, bukan menjadi sumber kritik akibat kota yang kelihatanya gelap gulita dalam menyambut Hut RI ke-80 Tahun merdeka” ujarnya.
Lanjutnya” Dalam kota Piru itu, samping jalan berjajar puluhan lampu penerangan jalan yang padam di malam hari, namun hingga saat ini belum juga ada perhatian dari pihak terkai. Jika kita masuk kota Piru di malam hari terlihat seperti kota mati. Bundaran Tugu Ina Ama Gelap Gulita menyambut Hut RI Ke-80 Tahun.” ulasnya.
“kondisi kota tanpa penerangan jalan ini juga bisa memicu kecelakaan bagi para pengendara dan para pejalan kaki yang kurang berhati-hati. Yang lebih sadisnya lagi Bundaran Tugu Ina Ama Kota Piru yang gelap gulita di hiasi jajaran baleho ucapan selamat Hut RI Ke-80 tahun tanpa ada perhatian pemerintah daerah”.
“Jika mau di kritisi, informasinya PAD terbesar di SBB ini bersumber dari pajak Listrik dengan kisaran dua ratus juta sekian per bulan masuk ke-kas daerah dan 10 persen itu di kucurkan untuk penerangan jalan agar dapat di nikmati oleh masyarakat para pengguna jalan. Namun yang terjadi kota piru yang menjadi pusat pemerintahan saja gelap gulita”.
“Kita berharap pemerintah daerah lewat Dinas Perhubungan SBB, segera melihat kondisi ini apalagi dalam menyambut HUT RI ini agar tidak terkesan kota Piru Kabupaten Seram Bagian Barat seperti Kota Mati Menjelang Hut RI Ke-80 Tahun Merdeka” tutup Fungsionaris LSM PMPRI.
(**)










