SBB, MALUKU-Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman, secara resmi membuka Persidangan ke-53 Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Seram Barat di Dusun Siaputih, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Minggu (15/3/2026).
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Selfinus Kainama, Sekretaris Daerah Leverne Alvin Tuasuun, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat. Kehadiran para pejabat daerah ini mencerminkan eratnya hubungan antara pemerintah dan institusi gereja di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Asri Arman menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan gereja. Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting dalam upaya membangun umat, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta memupuk rasa persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Pemerintah daerah sangat menyadari bahwa peran gereja sangat besar dalam membangun karakter bangsa dan menjaga kerukunan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjembatani dan memperkuat sinergi ini. Bersama-sama, kita bangun masyarakat yang tidak hanya maju secara materi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai luhur dan spiritual,” tegas Asri Arman.
Persidangan ke-53 Klasis GPM Seram Barat kali ini mengusung tema besar “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” dengan subtema “Layanilah Umat Dengan Tekun Sesuai Kasih Allah.” Tema ini dipilih sebagai refleksi perjalanan serta semangat pelayanan gereja dalam menghadapi momen satu abad GPM.
Bupati Asri Arman juga menyoroti relevansi tema persidangan ini dengan visi pembangunan daerah. “Tema yang diangkat kali ini sangat indah dan bermakna. Menuju satu abad GPM, semangat melayani umat dengan tekun sesuai kasih Allah harus menjadi landasan kita semua. Saya yakin, dengan semangat ini, gereja dan pemerintah dapat bergerak seirama untuk kemajuan Seram Bagian Barat,” tambahnya.
Forum persidangan ini tidak hanya menjadi ruang strategis bagi pihak gereja untuk mengevaluasi kinerja pelayanan dan merumuskan program kerja ke depan, tetapi juga menjadi wadah penting untuk mempererat koordinasi antara gereja dan pemerintah. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong pembangunan masyarakat di berbagai sektor kehidupan.
Lebih jauh, momentum persidangan ini juga diharapkan dapat semakin mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antara gereja, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi bersama untuk mewujudkan Kabupaten Seram Bagian Barat yang aman, sejahtera, adil, dan bermartabat di Bumi Saka Mese Nusa.
(A/Red)










