SBB, MALUKU – Kabar mengenai kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sempat membuat khawatir warga Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menyusul adanya laporan awal bahwa empat warga sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Piru dengan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut. Namun, hasil pemeriksaan medis dan verifikasi laboratorium kesehatan memastikan fakta sesungguhnya: hanya satu orang saja yang dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti. Meski begitu, Dinas Kesehatan tetap mengambil langkah antisipasi ketat demi keamanan kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, Gariman Kurniawan S.Km., M.Kep, menjelaskan kronologi peristiwa ini saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Dinas Kesehatan SBB, Jalan Trans Seram, Dusun Tanah Misi, Kota Piru, Rabu (20/5/2026). Ia mengaku baru menerima informasi awal mengenai keempat pasien tersebut sehari sebelumnya, tepatnya Selasa (19/5/2026), langsung dari Ketua Komisi III DPRD SBB, Andy Nur Akbar.
Begitu menerima laporan, Kurniawan langsung bergerak cepat. Ia segera memerintahkan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Lily M. Pattikayhattu S.Kep.Ns, untuk menurunkan tim medis guna melakukan pengecekan lapangan sekaligus konfirmasi medis lewat uji laboratorium.

“Informasi awal yang kami terima ada empat warga yang dirawat dan diduga kuat terpapar DBD. Namun, setelah kami lakukan pengecekan ulang secara ketat dan menunggu hasil uji klinis di laboratorium kesehatan, faktanya hanya satu orang saja yang terkonfirmasi positif DBD. Tiga pasien lainnya menderita penyakit berbeda dengan gejala yang mirip,” tegas Kurniawan menjelaskan hasil verifikasi tersebut.
Meskipun jumlah kasus positif ternyata hanya satu, pihaknya tidak mengendurkan kewaspadaan. Tiga langkah strategis antisipasi tetap dijalankan secara penuh untuk memutus mata rantai penularan dan mencegah kasus bertambah.
“Langkah pertama yang sudah dijadwalkan dan akan dilakukan besok adalah pengasapan atau foging. Ini prioritas utama kami lakukan di lingkungan sekitar rumah pasien yang terkonfirmasi positif, agar nyamuk dewasa bisa dimatikan dan tidak menggigit warga lain,” ujarnya.
Langkah kedua yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan langsung kepada keluarga pasien dan warga sekitar. Petugas memberikan pemahaman mengenai cara mengenali gejala dini, cara penanganan yang tepat, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Langkah ketiga adalah pelacakan kasus. Saat ini petugas kami sudah turun ke lapangan, memeriksa rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Kami pastikan tidak ada tempat penampungan air yang bisa menjadi sarang nyamuk,” tambah Kurniawan.
Kepala Dinas Kesehatan mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten SBB untuk tidak panik berlebihan, namun tetap waspada dan peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar rumah. Ia mengajak warga untuk bersama-sama menerapkan Gerakan 5M, yaitu: Menguras, Menutup, Mendaur ulang, Menabur, dan Memantau, sebagai benteng utama menjauhkan ancaman demam berdarah.
“Kasus yang terkonfirmasi hanya satu adalah kabar baik, namun kewaspadaan jangan dikurangi. Mari kita jaga kebersihan bersama, agar nyamuk pembawa penyakit tidak betah tinggal di lingkungan kita,” pungkas Kurniawan.
*










