Namatotur– Ketua Remaja Masjid Nurul Fajar Dusun Namatotur Desa Latu, Anas Kilkusa, menyatakan bahwa tepukan rabana merupakan tradisi yang harus dijaga saat mengantar hewan qurban menuju masjid dan mengelilingi masjid sebanyak tiga kali.
Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Idul Adha di Masjid Nurul Fajar. Jumat, 6 Juni 2025.
Tepukan rabana bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Tradisi ini menjadi simbol kegembiraan dan kesyukuran atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Dengan menjaga tradisi ini, diharapkan semangat dan kegembiraan dalam menyambut Idul Adha dapat terus terjaga.

Anas Kilkusa berharap agar tradisi tepukan rabana ini dapat terus dihidupkan dan dilestarikan di Masjid Nurul Fajar. Dengan demikian, kegiatan Idul Adha dapat menjadi lebih meriah dan bermakna bagi masyarakat sekitar.
Pada hari raya Idul Adha, Masjid Nurul Fajar akan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Dengan adanya tradisi tepukan rabana, diharapkan kegiatan Idul Adha dapat menjadi lebih hidup dan penuh makna.
(E/Red)










