SBB, MALUKU– Bukan sekadar pelatihan biasa! Tim Penggerak PKK Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menggelar kegiatan seru dan penuh manfaat selama dua hari penuh, menggabungkan seni kerajinan tangan dengan olahan pangan sehat berbahan dasar kekayaan alam lokal.
Kegiatan ini sengaja dirancang untuk mengasah kemampuan dan memperkuat kapasitas seluruh pengurusnya. Kegiatan tersebut di Gelar di Aula Pandopo Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat. Pantauan media ini’ Kamis, (04/06/2026).
Di hari pertama, suasana terlihat penuh semangat saat para peserta dibekali teori sekaligus langsung mempraktikkan teknik merajut. Hasilnya luar biasa! Berbagai tas rajut bermunculan dengan desain yang unik, kreatif, dan dihiasi paduan warna-warni yang memikat mata—siap untuk dimanfaatkan maupun dikembangkan sebagai produk bernilai jual.
Berpindah ke hari kedua, suasana berubah menjadi harum semerbak! Kali ini giliran mengolah bahan andalan daerah: sagu dan daun kelor. Dengan panduan yang tepat, para pengurus berhasil menyulapnya menjadi beragam kudapan lezat dan menyehatkan, seperti Kue Madona Sagu, Mabel Kelor, Coklat Sagu Milo, Coklat Sagu Keju, hingga Coklat Daun Kelor. Semuanya terbuat dari bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar.
Di bawah kepemimpinan Yeni Rosbayani Asri, PKK SBB memang tak pernah berhenti berinovasi menghadirkan program-program segar dan berbeda dari biasanya.
Yeni berharap ilmu yang didapat tak berhenti sampai di sini. “Kami ingin para pengurus bisa menjadi ‘agen penyebar ilmu’ menularkan keterampilan ini ke rekan-rekan di tingkat kecamatan dan desa. Kalau sudah banyak yang bisa, bukan tidak mungkin ini jadi peluang usaha yang membantu perekonomian keluarga dan masyarakat SBB secara luas,” ujarnya antusias.
Kegiatan ini membuktikan bahwa bahan alam yang sederhana bisa diubah menjadi karya seni dan makanan lezat yang bermanfaat, sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi keluarga.
*










