Seram Barat-Demi memastikan titik koordinat sebagai acuan mengetahui batas lahan antara Olcewsky dan masyarakat Dusun Pelita Jaya, maka puluhan anggota DPRD SBB langsung turun lokasi masuk hutan sebrangi lumpur dan naik gunung cari pal batas. Pantauan media ini di lokasi perkebunan pisang abaka Dusun Pelita Jaya, Desa Etty Kecamatan Seram Bagian, Rabu, (30/07/25).

Bermula dari masalah oprasi perkebunan pisang abaka PT.SIM yang dinilai sudah memasuki batas lahan masyarakat Dusun Pelita Jaya yang suda bertahun-tahun belum ada penyelesaianya maka DPRD, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten SBB, Kehutanan (KPH) Provinsi Maluku Perwakilan SBB dan pihak terkait langsung turun tinjau lokasi.

Dibawa pimpinan, Abdul Rauf Latulumamina puluhan anggota DPRD SBB masuk menyusuri hutan dan mendaki gunung untuk mencari letak pal batas yang bisa di jadikan titik koordinat dalam mengkaji masalah lahan perkebunan abaka.

Wakil Ketua II DPRD SBB. Abdul Rauf Latulumamina mengatakan” kemarin kita suda sepakat baik DPR, Tim Penyelesaian sengketa, BPN dan para pihak terkait sudah sepakat bahwa persoalan antara PT.SIM dan masyarakat ini, duduk masalahnya ada pada 100 hektar milik Olcewsky itu. Untuk mengetahui batas antara Olcewsky dan Masyarakat Pelita Jaya maka perlu kita buat titik koordinatnya ” ujarnya.

Lanjutnya” dan hari ini kita bikin titik koordinat fersi Olcewsky dan fersi masyarakat pelita jaya. Kita bikin fersinya masing-masing. Nanti kita bikin titik koordinatnya, dari koordinat ini kita bikin peta nya, metriknya baru kita tau persis bahwa posisinya ada dalam total ijin lokasinya itu sebelah mana” ujar Latulumamina.

“kan ijin lokasi PT.SIM itu kan sekitar delapan ratus lima, sekian hektar dan yang di sengketakan itu 100 hektar dan inilah yang kita mau tahu posisinya di mana. Dari situlah baru kita undang semua pihak untuk dibahas kondisinya ” tutupnya.
DPRD SBB juga menunjukan keseriusan mereka dalam menyelesaikan masalah ini, dengan tidak sungkan masuk hutan lalui kubangan lumpur dan mendaki gunung demi mencari titik pal batas kedua fersi yang sedang menjadi masalah.
(**)










