SBB, MALUKU-Berpadu dengan semangat syukur dan kebersamaan, TPQ AL-Hidayah sukses menggelar acara Khatmil Qur’an dan Halal Bihalal untuk rombongan santriwan serta santriwatinya.
Dengan tema “Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Perisai Bagi Gen Z Dan Milenial di Era Digital Dalam Bingkai Keberagaman Dan Persatuan”, acara ini tidak hanya merayakan pencapaian santri dalam menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga mengangkat pesan penting tentang peran kitab suci dalam membimbing generasi muda menghadapi arus informasi dan tantangan zaman. Kamis, (02/04/2026).
Ketua TP PKK SBB sekaligus Ketua Majelis Taklim Kabupaten SBB, Yeni Rosbayani Asri, tidak ragu menyampaikan pesan tegas terkait isu krusial yang tengah mengganggu kesejahteraan anak muda daerah. “Besar bisa ke dewasa baru boleh dinikahkan!” tegasnya saat menyampaikan arahan kepada para orang tua dan santri.
Menurutnya, pernikahan dini menjadi salah satu faktor pendorong tingginya angka stunting di Kabupaten SBB dan Provinsi Maluku, yang di beberapa wilayah bahkan melampaui angka 10%. “Stunting bukan hanya masalah kurang gizi semata – tapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit serius bahkan mematikan bagi anak-anak kita,” jelasnya.
Yeni menekankan tanggung jawab orang tua dan pemimpin dalam membentuk masa depan generasi muda. “Kita tidak boleh hanya sebatas menyayangi anak-anak, tapi harus aktif mencari tahu apa yang terbaik untuk mereka. Jika ada kesalahan dalam perkembangannya, itu adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua dan pemimpin yang harus mengatasinya,” ujarnya.
Ia juga membedakan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter. “Ilmu seperti marketing, matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris bisa mereka dapatkan di luar lingkungan keluarga dan TPQ. Namun, dasar iman dan karakter yang kuat harus kita tanamkan sejak dini – itu adalah pondasi utama yang tidak bisa dicari di tempat lain,” paparnya.
Dalam penutupannya, Yeni memberikan motivasi dan mengajak para santri untuk fokus pada pendidikan dan penguatan keimanan. “Jangan terburu-buru pacaran atau memikirkan pernikahan – fokuslah belajar, sekolah setinggi mungkin, dan rajin mengaji.
Bila kita mampu menghayati isi Al-Qur’an hingga menyelesaikannya dalam Khatmil, kesuksesan akan datang dengan sendirinya,” tandasnya, menambahkan bahwa meskipun pesannya terasa kuat, ia lahir dari kekhawatiran dan kasih sayang yang tulus terhadap masa depan generasi penerus bangsa.
*










