SBB, MALUKU-Recyson Fredy Pentury Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang merupakan Ketua Komisi I DPRD SBB itu menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian budaya dengan mengenakan pakaian adat lengkap saat menghadiri peresmian Baileo Hena Hatutelu di Negeri Piru, Kecamatan Seram Barat. Pantauan media ini’ Selasa, (30/09/2025).

Baileo Hena Hatutelu merupakan rumah adat yang dimiliki oleh tiga soa, yaitu Soa Waelhunan, Soa Haturau, dan Soa Tapilau, dengan total 18 mata rumah. Soa Waelhunan diwakili oleh marga Titawanno, Pirsouw, Laturette, Mandaku, dan Manuputty. Soa Haturau diwakili oleh marga Manupassa, Sepalatu, Nindatu, Kukupessy, dan Sulipatty. Sementara Soa Tapilau diwakili oleh marga Sapasuru, Latusia, Kikalessy, Sulilatu, Patirua, Salenussa, Lewaru, dan Salelua.

Peresmian Baileo Hena Hatutelu dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Gubernur Maluku, Bupati SBB, Wakil Bupati, serta pejabat OPD dari tingkat provinsi dan kabupaten. Kehadiran para Raja, tokoh adat, dan tokoh masyarakat se-Kabupaten SBB semakin menegaskan dukungan penuh terhadap pelestarian warisan budaya ini.

Dengan peresmian rumah adat ini, masyarakat Desa Piru semakin memiliki wadah untuk melestarikan budaya dan tradisi mereka. Rumah adat Baileo juga menjadi simbol kekuatan masyarakat yang saling mendukung dan menjaga keharmonisan dengan alam.
(Erpan/Red)










